Informasi Umum

Informasi Keuangan

Info Kepegawaian

Program Kerja

Pelayanan Informasi

Pengaduan

Pengawasan dan Pendisiplinan

  • Category: Article Agama
  • Published: Wednesday, 18 January 2012 01:59
  • Written by Hendra Cipta
  • Hits: 1471

SEGUMPAL DARAH
Oleh : Drs. Tamat Zaifudin, MH


Di dalam diri setiap insan ada segumpal darah, apabila segumpal darah itu baik, bagus dan indah, maka keseluruhan aktivitas manusia akan menjadi baik, bagus dan indah, sebailknya apabila segumpal darah itu tidak baik, busuk dan rusak, maka akan tidak baik, busuk dan rusaklah keseluruhan aktivitas kehidupan manusia, dan segumpal darah itu adalah hati. Itulah sekelumit pesan Rasulullah saw. Pesan yang terkesan sederhana tersebut ternyata sarat dengan makna dan pelajaran hidup yang tidak pernah kering untuk digali dan diambil manfaatnya untuk mengairi dan menghidupi jiwa manusia yang kian kerontang.
Walaupun hanya segumpal darah, ternyata mempunyai peran yang sangat vital dan menentukan dalam aktivitas dan kehidupan setiap insan. Ialah yang menentukan merah putihnya kehidupan, haru birunya kelakuan, nikmat sengsaranya perjalanan menuju Tuhan, serta surga dan nerakanya setiap insan.

Karena begitu urgennya segumpal darah bagi kehidupan setiap insan, maka segumpal darah tersebut harus senantiasa dijaga, dipelihara serta dikembangkan. Kalau boleh diandaikan dengan sebuah komputer, segumpal darah tersebut adalah “Prosessor”, sebuah hardware yang paling menentukan dalam sebuah komputer. Betapapun hebatnya sebuah komputer, betapapun canggihnya hardware lainnya yang dimiliki, betapapun hebatnya program yang terinstal, namun apabila prosessornya tidak dapat berfungsi dengan baik atau bahkan tidak berfungsi sama sekali, maka tiadalah berarti komputer tersebut, hanya akan menjadi barang rongsokan yang tak bermakna.


Begitupun manusia, betapun keadaan fisiknya gagah, cantik dan menawan atau apapun kelebihan yang dimilikinya, namun  apabila segumpal darah yang ada di dalamnya tidak berfungsi untuk membaikkan, membaguskan serta mengindahkan aktivitas kehidupannya, maka yang terjadi justru akan menjerumuskan ke dalam jurang kehinaan dan kenistaan dan penciptaan manusia yang ahsani taqwim (sebaik-baik penciptaan) akan menjadi asfala safilin (terjerumus ke jurang kehinaan) karena tidak bisa menjaga, memelihara dan mengembangkan segumpal darah.


Agar segumpal darah tersebut dapat menyelamatkan kehidupan kita di dunia ini maupun kelak nantinya saat kita menghadap kehadirat-Nya, maka segumpal darah tersebut harus kita jaga, yaitu kita lindungi dan kita protek hati kita dari segala penyakit yang akan menggerogoti dan merusaknya, seperti iri hati, hasad, dengki, rakus, dendam, hubbud dunya (cinta berlebihan kepada dunia). Ibaratnya komputer kita harus punya anti virus dalam diri kita dan anti virus tersebut harus senantiasa di update secara berkala, agar berfungsi dengan baik dan bisa mencegah masuknya virus ke dalam diri kita. Untuk meng update antivirus tersebut dengan senantiasa menyegarkan iman dan melaksanakan shalat 5 (lima) waktu secara tertib dan teratur seauai dengan waktu yang telah ditentukan.


Agar segumpal darah tersebut tetap baik, indah dan terjaga, maka harus senantiasa dipelihara, dibersihkan, direfresh dengan senantiasa diajak untuk merenungkan dan merasakan penciptaan Allah terhadap alam semesta beserta seluruh isinya (tadabur), dan senantiasa diasah ke majelis ilmu, dengan demikian kondisi dan atmosfir hati tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari masuknya penyakit hati yang merusakkan.


Segumpal darah bukan hanya sekedar dijaga dan dipelihara, namun juga harus dikembangkan agar bisa berkembang dan tumbuh subur, sehingga kebaikan yang ditabur semakin banyak dan semakin dirasakan oleh orang yang lebih banyak pula. Untuk mengembangkan segumpal darah perlu senantiasa diajak untuk berbuat dan beramal sholeh, bersedekah, membantu sesame tanpa memandang suku, ras, etnis serta agama, bukankah Rasulullah telah mengajarkan kepada kita khairun naas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah bermanfaat bagi manusia lainnya).


Dengan senantiasa menjaga, memelihara dan mengembangkan segumpal darah tersebut mudah-mudahan kita bisa menteladani Rasulullah saw. Menjadi manusia yang baik, bagus dan indah serta bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun ummat dimanapun kita berada…. Amiin


(Tual 17 Januari 2012)

Lokasi Pengadilan Agama Tual