PA Tual gelar Evaluasi Implementasi SIADPA Plus


Setelah SIADPA diperkenalkan oleh Badilag tahun 2008 dan mulai diaplikasikan secara menyeluruh di setiap Pengadilan Agama sejak tahun 2011, SIADPA mendapat perhatian ekstra tidak hanya di pusat tetapi juga di daerah, termasuk PA Tual.

PA Tual mulai mengimplementasikan SIADPA dalam tupoksi Petugas Meja I, Meja II, Meja III, Jurisita/Jurusita Pengganti, Panitera Pengganti, dan Hakim sejak tahun 2011 dan tetap berjalan hingga saat ini dengan pengawasan ekstra dari para Tim SIADPA PA Tual yang diketuai oleh Muhammad Surur, S. Ag, saat ini menjabat sebagai salah satu hakim PA Tual.

Pencapaian Tim SIADPA dalam memperkenalkan, membantu serta mengawasi jalannya implementasi SIADPA PA Tual kemudian dievaluasi dalam rapat evaluasi Implementasi SIADPA Plus yang digelar pada Kamis (30/01/2013).

Rapat dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, dan semua user aplikasi SIADPA PA Tual. Evaluasi SIADPA dibawakan dalam bentuk presentasi dengan menggunakan infokus sehingga setiap peserta rapat evaluasi mudah untuk memahami pemaparan evaluasi yang disampaikan oleh Rusman, S. EI selaku Admin SIADPA PA Tual.

 

Dalam pemaparannya, Admin SIADPA PA Tual mengatakan bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa SIADPA telah diaplikasikan oleh setiap lini di PA Tual yang bekerja berdasarkan Pola Bindalmin.

Evaluasi dipaparkan secara singkat oleh Admin SIADPA dan terlihat berkembang saat sesi tanya jawab, tanggapan dan saran dibuka kepada semua User SIADAPA PA Tual. Dalam sesi ini ditemukan adanya beberapa kendala sehingga Implementasi SIADPA PA Tual belum optimal antara lain : ditemukannya beberapa perbedaan redaksi dalam gugatan, BAP maupun Putusan antara blanko yang disediakan dalam SIADPA dengan berkas manual.

Kurangnya koordinasi antara User dan Admin SIADPA jika terjadi kesalahan dalam mengupload data awal maupun BAP sehingga akan berpengaruh terhadap kevalidan data tersebut dalam database SIADPA PA Tual maupun  info perkara badilag.net.

Blanko BAP yang terlalu bervariatif sehingga menyulitkan para Panitera Pengganti dalam memilih blanko yang sesuai dengan kebutuhan perkara PA Tual, untuk itu perlu disederhanakan oleh Admin maupun operator Siadpa PA Tual.

Fasilitas TI yang belum memadai juga merupakan kendala dalam Implementasi SIADPA PA Tual seperti jenis Wireless yang digunakan adalah Wireless Router bukan jenis Acces Poin sehingga fungsi Wireless router tersebut terbatas untuk menjembatani jalannya data saja dan tidak dapat menghubungkan setiap perangkat komputer dalam jaringan tersebut seperti tidak bisa mengakses sharing aplikasi siadpa melalui wireless, selama ini masih hanya melalui kabel UTP. Seringnya gangguan internet juga merupakan kendala yang dihadapi para Admin maupun User, ungkap Hendra Cipta, A.Md selaku Operator SIADPA Plus dalam mengupdate informasi ke website PA Tual ataupun beberapa aplikasi online dari Badilag dan MARI.

Solusi atas setiap permasalahan yang dikemukakan dicapai dalam forum ini dan menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain : perlu diaktifkan kembali Diklat di Tempat Kerja (DDTK) Implementasi SIADPA PA Tual yang dijadwalkan secara berkala untuk masing-masing User sehingga permasalahan menyangkut redaksi maupun pemilihan blanko dapat dibicarakan secara spesifik dan dicari solusi terbaik.

Koordinasi antara para Tim SIADPA maupun antar Admin dan User perlu ditingkatkan dengan adanya komunikasi yang baik sehingga kesalahan-kesalahan dalam penginputan data maupun ketidakvalidan data dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. Sedangkan fasilitas yang belum memadai akan diusahakan untuk dilengkapi agar Implementasi SIADPA PA Tual dapat berjalan optimal sehingga tujuan diluncurkannya aplikasi ini dapat tercapai, tutur KPA Tual Drs. H. Tamat Zaifuddin, MH diakhir evaluasi. (Rosita Pelu/Tim TI)